TUBAN, – Di tengah rimbunnya pepohonan yang menaungi Petilasan Sumur Wali di Dusun Krajan, Desa Montongsekar, Kecamatan Montong, Kabupaten Tuban, semangat kebersamaan tumbuh begitu nyata. Anggota Koramil 0811/19 Montong bersama masyarakat setempat turun langsung melaksanakan karya bakti membersihkan area petilasan, menjadikan setiap ayunan sabit dan cangkul sebagai simbol kepedulian terhadap warisan leluhur yang harus terus dijaga. Sabtu, (30/05/2026).
Rumput liar dan semak belukar yang menutupi sebagian kawasan petilasan dibersihkan secara gotong royong. Tidak ada sekat antara prajurit dan warga. Semua bekerja berdampingan dengan tujuan yang sama, menjaga kebersihan serta kelestarian tempat yang memiliki nilai sejarah dan spiritual bagi masyarakat sekitar. Suasana penuh keakraban tersebut menjadi gambaran nyata bahwa kemanunggalan TNI dan rakyat bukan sekadar slogan, melainkan terwujud dalam tindakan.
Danramil 0811/19 Montong, Kapten Inf Priwahyudi menegaskan bahwa karya bakti ini merupakan bentuk kepedulian bersama dalam menjaga lingkungan sekaligus menghormati peninggalan para pendahulu.
"Petilasan Sumur Wali merupakan bagian dari sejarah dan kearifan lokal yang harus kita rawat bersama. Melalui karya bakti ini, kami ingin menumbuhkan semangat gotong royong serta mengajak masyarakat untuk terus menjaga kebersihan dan kelestarian tempat yang menjadi kebanggaan warga. TNI akan selalu hadir di tengah masyarakat untuk memberikan manfaat dan memperkuat kebersamaan, "ujar Kapten Inf Priwahyudi.
Rasa syukur dan apresiasi juga disampaikan oleh salah satu warga setempat, Bapak Munawir, yang melihat langsung kekompakkan antara TNI dan masyarakat dalam kegiatan tersebut.
"Kami merasa bangga dan berterima kasih kepada Koramil Montong yang selalu peduli dengan lingkungan dan masyarakat. Kehadiran TNI memberikan semangat bagi kami untuk terus menjaga tempat ini. Petilasan Sumur Wali bukan hanya warisan sejarah, tetapi juga bagian dari identitas desa yang harus dirawat bersama, "ungkap Munawir.
Karya bakti ini menjadi lebih dari sekadar kegiatan membersihkan lingkungan. Di balik keringat yang menetes, tersimpan pesan tentang pentingnya menjaga warisan budaya, mempererat tali persaudaraan, dan merawat nilai-nilai gotong royong yang telah diwariskan oleh para leluhur. Di Petilasan Sumur Wali, kebersamaan kembali menemukan maknanya—bahwa ketika TNI dan rakyat bersatu, setiap langkah kecil akan menjadi jejak besar bagi masa depan yang lebih baik. (Farozich)

Achmad Sarjono